Signals / Interior Design ·

Active, Inclusive, Progressive: Menerjemahkan Visi ke Dalam Interior

Bagaimana desain coworking space dapat mendukung pertemuan, pertukaran ide, dan berbagai cara belajar bagi mahasiswa dan komunitas akademik?

Sebuah ide dapat dimulai dari banyak tempat: di meja kerja, di tengah percakapan singkat, atau saat seseorang mengambil jeda di antara kesibukan. Karena itu, lingkungan belajar dan bekerja yang baik perlu memberi ruang bagi beragam aktivitas tersebut untuk berlangsung secara alami.

Gagasan ini menjadi bagian dari pendekatan desain UGM Future Leader Center, sebuah fasilitas yang membayangkan lingkungan kolaboratif bagi mahasiswa dan komunitas akademik. Pada area coworking dan café, semangat tersebut diterjemahkan melalui tiga karakter: active, inclusive, dan progressive. Alih-alih menghadirkan satu jenis ruang untuk semua kegiatan, desain ini menawarkan suasana dan pilihan tempat yang beragam, dari area kerja bersama hingga sudut yang lebih santai untuk berbincang dan beristirahat.

Gambar 1. Jalur sirkulasi melengkung menghubungkan kelompok meja kerja dengan area duduk komunal. Bangku berplanter menjadi titik temu di tengah ruang.

Active: ruang yang mengundang pergerakan dan pertemuan

Kesan dinamis terasa sejak memasuki area coworking. Garis lengkung pada lantai mengalir di antara kelompok meja kerja dan area duduk, membentuk jalur yang menghubungkan satu aktivitas dengan aktivitas lainnya. Di tengah ruang, bangku melengkung yang menyatu dengan tanaman menjadi titik pertemuan yang lebih informal. Posisinya memungkinkan area tersebut digunakan untuk duduk sejenak, bertukar pikiran, atau melanjutkan percakapan di luar meja kerja.

Komposisi plafon mengikuti karakter yang serupa. Bentuk organik dan garis pencahayaan yang mengalir memberi arah visual sekaligus membangun identitas ruang yang dinamis. Di sekelilingnya, meja kerja bersama dan area diskusi menawarkan tempat untuk aktivitas yang lebih terarah.

Melalui susunan ini, ruang dirancang untuk mendukung pergerakan antara waktu bekerja, berdiskusi, dan mengambil jeda.

Inclusive: memberi ruang bagi berbagai cara beraktivitas

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam belajar dan bekerja. Ada yang membutuhkan meja untuk berkonsentrasi, ada pula yang merasa lebih nyaman memulai diskusi dalam suasana yang santai. Desain coworking ini merespons kebutuhan tersebut melalui pilihan tempat duduk dan suasana. Meja kerja bersama hadir berdampingan dengan kursi santai, bangku komunal, meja tinggi, dan sudut duduk yang terasa lebih privat. Pengguna dapat memilih tempat sesuai kegiatan yang sedang dilakukan.

Pendekatan yang sama berlanjut ke area café. Meja-meja kecil, bangku panjang, dan tempat duduk bertingkat menghadirkan suasana yang lebih leluasa untuk bertemu. Seseorang dapat duduk sendiri dengan minuman, berbincang dalam kelompok kecil, atau berkumpul di area bertingkat.

Keberagaman pilihan tersebut memberi ruang untuk berbagai aktivitas dan cara berinteraksi.

Gambar 2. Area duduk bertingkat, bangku panjang, dan meja café menghadirkan pilihan suasana untuk pertemuan informal dan aktivitas individual.

Progressive: modern, terbuka, dan tetap hangat

Karakter progresif hadir melalui ruang yang terbuka, bentuk-bentuk yang mengalir, serta penggunaan kaca yang memberi hubungan visual antarruang. Pada area coworking, bukaan lebar membawa cahaya alami dan menghadirkan pandangan ke arah vegetasi di luar.

Palet interior didominasi warna putih dan abu-abu, menciptakan kesan bersih dan terang. Nuansa kayu pada lantai dan furnitur menambahkan kehangatan, sementara tanaman menghadirkan warna dan tekstur alami di tengah ruang. Sentuhan merah pada beberapa bangku memberi aksen yang hidup tanpa mendominasi keseluruhan desain.

Di area café, karakter tersebut terasa lebih tenang. Furnitur bernuansa kayu, kursi bertekstur anyaman, dan dudukan berlapis kain abu-abu membentuk suasana yang ringan dan mengundang. Pencahayaan linear serta lampu gantung menjadi elemen visual yang melengkapi pengalaman ruang.

Gambar 3. Nuansa kayu terang, anyaman kursi, dan pelapis abu-abu melembutkan bidang putih pada area café. Lampu gantung dan cahaya berbentuk lingkaran memberi aksen visual.

Warna dan material yang membentuk suasana

Palet warna dan material pada desain ini mempertemukan karakter kontemporer dengan kesan yang lebih natural. Putih hangat, abu-abu lembut, dan warna gelap menjadi dasar yang netral, lalu diperkaya oleh nuansa kayu terang, hijau tanaman, dan aksen merah.

Tekstur yang terlihat pada gambar, mulai dari permukaan putih, kayu, kain, hingga anyaman, membantu memberikan kedalaman visual pada ruang. Bersama pencahayaan dan bentuk furnitur, elemen-elemen tersebut membentuk suasana yang nyaman untuk digunakan sepanjang hari.

Gambar 4. Panel referensi warna dan material merangkum putih hangat, abu-abu, charcoal, nuansa kayu terang, hijau, dan merah, beserta tekstur yang terbaca pada gambar desain. Panel merupakan interpretasi visual, bukan spesifikasi teknis material.

Ruang untuk bertemu, belajar, dan tumbuh

Melalui area coworking dan café, visi Active, Inclusive, Progressive diterjemahkan ke dalam pengalaman sehari-hari: bergerak dengan leluasa, memilih tempat yang sesuai, dan menemukan kesempatan untuk terhubung dengan orang lain.

Ruang-ruang ini membayangkan lingkungan yang terbuka terhadap berbagai aktivitas dan percakapan. Sebuah tempat di mana proses belajar tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga dapat tumbuh dari pertemuan dan pertukaran ide di antaranya.